Sepotong Kecil Cerita tentang Menjadi Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan
Ilmu dan
Teknologi Pangan merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari
cara pengolahan, pengawetan dan penyimpanan bahan pangan. Pada dasarnya cabang
ilmu ini berkaitan erat dengan ilmu pertanian. Berangkat dari background
Pertanian, ilmu terapan semakin berkembang sehingga melahirkan salah satu
cabang yang mengembangkan produk hasil pertanian (pangan).
Oke kali ini
saya tidak akan membahas panjang lebar mengenai seluk beluk terlahirnya jurusan
Ilmu dan Teknologi Pangan ini di dunia. Namun saya akan bercerita tentang kisah
bahagia dan kisah sedih yang dirasakan oleh mahasiswa yang kuliah di jurusan
ini. Ahh bukan maksud hati mengumbar bahagia maupun derita, tapi hanya berbagi
pengalaman yang saya rasakan saat menjadi mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan
di Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri. Jurusan dan fakultas ini hanya
ada di satu-satunya universitas kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara Barat,
tentunya Universitas Mataram, yang biasa orang-orang sebut UNRAM.
Pada
semester-semester awal, saya merasa salah jurusan (oke, kasus ini banyak dialami
mahasiswa yang penat akan tugas saat kuliah). Dan ternyata perasaan SALAH
JURUSAN adalah ANUGERAH terindah dalam hidup saya...
Bagaimana tidak, rasa-rasanya semenjak sayamenjadi mahasiswa di UNRAM, setelah
lulus, saat bekerja bahkan hingga sekarang ini (perjalanan mencari jodoh…ehee
boleh senyum pembaca )
saya masih saja di ANUGERAHI menjadi PEMBANTU UMUM (Yang officially-nya adalah
seorang Ketua Tingkat di khalayak mahasiswa se fakultas).
Okeh, back to the topic. SUKA dan DUKA saat berkuliah di jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan.
The first, menjadi
mahasiswa jurusan ini harus siap siaga dengan jadwal praktikum yang yang full
day. Biasanya di kampus saya, praktikum dilakukan mulai jam 2 siang di jam-jam
yang mata mengantuk berat (pernah saya tidur siang sebelum jam 2, ceritanya mau
ngambil waktu dengan tema “quality sleep” dimana saya mau coba menerapkan tidur
yang berkuliatas walaupun 5 menit dan al hasil saya ketiduran. Ending-nya saya telat ikut praktikum dan lupa bawa baju keramat itu “baju praktikum” dan fix
saya disuruh pulang. Sok polos-nya waktu itu saya pulang lanjut tidur numpang
tidur di kos-an teman) ahahha saya gak ngerti ini kisah BAHAGIA atau SEDIH, yang
jelas saya nikmati hidup coy ahhah (Jangan ditiru adegan ini, hanya dilakukan
oleh PRO *ketawa songong).
Next, kalian harus siap
bikin laporan praktikum tiap hari. SETIAP HARI yups..betul. Jumlah SKS di
matakuliah praktikum emang sih lebih sedikit di banding jumlah SKS di
matakuliah biasa. Tapi jumlah KETERSIKSAAN di matakuliah praktikum lebih banyak
dibanding KETERPURUKAN di matakuliah in class. Dan itu jadi makanan pokok anak
jurusan pangan. Tapi ngomong soal makanan. Anak pangan kalo praktikum,
dianjurkan untuk makan-makan lohh yaa. Biasanya kan kalo di Laboratorium gak
boleh makan gak boleh minum, gak boleh banyak omong gak boleh kentut (ahahha
boleh kok tapi diluar ruangan hahah) tapi di lab anak pangan di bebaskan
(khusus laboratorium Pengendalian Mutu, dimana lab ini dikhususkan untuk
matapraktikum Evaluasi Sensori). Nahh, matapraktikum ini yang ditunggu-tunggu
anak kos ahahhah (merasa terhina sekali anak kos dimatapraktikum inihh. Bagaimana
tidak, prktikum Evaluasi Sensori ini kita disuruh makan produk mana yang berasa
manis, asin, asam, pahit dilidah. Nahh saya sulit banget bedain..karena di mulut
saya enak semua coy…ahahaha yaa udah embat semua (biasa tuhh denger suara
kerasnya kakak co.ass…Noviiii kamu jangan rakus :D)
Then, biasanya yang paling
bikin stresfull mahasiswa ITP saat melakukan penelitian untuk tugas akhir
(skripsi). Kadang ada yang melakukan penelitian berulang-ulang sampe ganti
judul berulang-ulang, nahh otomatis penelitian pun di ulang biaya pun bertambah
nyari bahan kimia bahan baku pangan berulang…beda topik beda tempat beda
kondisi jadi berbeda semua. Tingkat stress berbeda. Tingkat amuk amukan
teman-teman juga beda beda…ada yang di laut ada yang digunung ada yang dihutan
ada yang di rawa ada yang di kali ada yang di kamar mandi (hahhaha boleh
ketawa) ada yang di……pokoknya banyak dehh berbeda intinya…tapi kalo mahasiswa
yang kuliah di pulau Lombok buang suntuk nya di tempat wisat. Di Lombok banyak
tempat wisata bagus dan mudah dijangkau..kalaupunn jauh dan melelahkan
perjalanan menuju kesana tapi akan terbayar setelah melihat indahnya
pemandangan itu. INDAH memang.
Oke guys…sebenarnya banyak banget yang pengen saya sharing tentang
SEDIH dan BAHAGIA-nya menjadi mahasiswa ITP. Tapi ditulisan ini sampe sini dulu
yaa…sepotong kisah lainnya nanti bisa saya sharing di tulisan berikutnya…atau teman-teman ada request mau diceritain apaahh???


Ga ada foto coass ganteng jd ga seru ceritanya
BalasHapusNanti yaa kak dicerita berikutnya dengan judul "Kiah Duka Menghadapi Co.ass galak selama menjadi Mhasiswa ITP UNRAM"
HapusIzin bertanya, kak. Jurusan tekpang ada coass? Maksud coass apa, ya, kak? Terima kasih, kak
HapusIya kak...jadi di kampusku istilah coass itu untuk assiten yang membimbing praktikan di laboratorium utk beberapa matakuliah kak
Hapus